Mengatasi iPhone Terkunci

12 Juni 2017 -

Kenal dengan perangkat buatan Apple? Tentunya sebenarnya perangkat ini sama dengan Android, hanya saja Google tidak melakukan enkripsi hingga lebih dalam seperti Apple.

Dengan kata lain, perangkat Android apabila lupa kunci, dapat diakali dengan 'mengembalikan' ke settingan awal. Berbeda dengan iOS, aktivasi akan merekam 'mesin' dari pertama aktivasinya hingga dipindahtangankan.

Menurut saya, Apple bukannya lebih canggih daripada Google. Hanya saja Apple lebih 'keras kepala' menerapkan sistem enkripsinya. Itu saja, tidak lebih. Hal ini mendasari betapa pentingnya Google Account atau Apple ID untuk masing-masing perangkat.

Kembali ke paragraf pertama, Google dengan Androidnya masih memberi ruang untuk penggunanya ketika lupa user atau passwordnya. Setidaknya  penggunaakan Android hanya mengalami 'kehilangan' akun tanpa kehilangan perangkat jika lupa akan user atau password.

Berbeda dengan Apple, karena sistem aktivasinya diterapkan untuk 'keras kepala', maka jika penggunanya lupa user dan password, selesailah juga nasib perangkatnya. Dalam arti, pengguna akan 'rugi' dua kali.

Bagi Anda pengguna iOS, ingatlah baik-baik Apple ID dan Password Anda karena lupa berarti selesai. Tetapi pengguna Android juga tidak kalah pentingnya, soalnya Google Account menurut  saya menawarkan fitur jauh lebih menarik, jadi tidak ada alasan untuk melupakannya juga.

Lantas bagaimana jika lupa?
Perangkat iOS tetap dipaksa untuk bisa membuktikan diri dan kepemilikannya, jadi solusinya hanyalah ke iBox.
Perangkat Android, dapat didaur ulang dengan mereset semuanya. Ya, nanti bisa login lagi.

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.