Virus Zika, Anda Harus Tahu.

22 September 2016 -

Tidak secantik namanya, virus zika memilki efek yang berbahaya bagi tubuh. Saat ini virus zika banyak diperbincangkan di masyarakat karena memang efeknya sangat mengerikan. Jika ibu hamil terinfeksi virus zika maka kesehatan janin pun ikut terganggu. Virus zika dapat menyebabkan kelainan saraf dan penyakit lainnya. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk, maka penting menjaga tubuh terhindar dari gigitan nyamuk Aedes.

Berikut beberapa fakta tentang virus zika yang harus kita ketahui. Tentu agar kamu tidak salah paham, simak juga penjelasan berikut:
  1. Penyebaran dan penyebab penyakit Zika (Zika disease) ataupun demam Zika (Zika fever) adalah virus Zika. Dalam hal ini virus zika termasuk dalam garis virus flavivirus yang masih berasal dari keluarga yang sama dengan virus penyebab penyakit demam berdarah.
  2. Penyebaran virus zika pada manusia melalui perantara nyamuk Aedes yang terinfeksi dengan virus zika. Nyamuk ini sangat aktif pada siang hari, untuk itu kamu lebih baik berhati-hati agar terhindar dari virus zika.
  3. Gejala jika terinveksi zika antara lain demam, sakit kepala, ruam dan mata menjadi merah. 80% menyatakan bahwa ia tidak pernah tahu jika terinfeksi virus zika.
  4. Virus zika yang menginfeksi ibu hamil dapat menyebabkan bahaya pada kesehatan janin. Hal ini karena virus zika dapat menembus air ketuban.
  5. Hindari pergi ke tempat yang terinfeksi virus zika. Jika memang terpaksa lindungi diri dengan menggunakan obat anti nyamuk, dan jangan lupa untuk menggunakan pakaian yang tertutup.
  6. Masa inkubasi virus zika yaitu 2-7 hari sejak seseorang terinfeksi virus ini. Transmisi virus Zika yang terjadi di dalam kandungan dikaitkan dengan terjadinya mikrosefali dan kerusakan otak pada janin. Mikrosefali adalah kondisi di mana lingkar kepala lebih kecil dari ukuran normal.
  7. Virus zika yang menginfeksi janin dapat menyebabkan mikrosefali yaitu lingkar kepala pada bayi lebih kecil daripada lingkar kepala bayi normal. Virus zika juga dapat menyebabkan kerusakan otak pada janin.
Semoga informasi ini bermanfaat, saya Ratno Wistu.

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.