Cara Membedakan Benjolan Infeksi atau Limfoma

16 September 2016 -

Ada pembengkakan di area lipatan leher, orang biasanya langsung panik dan mengiranya sebagai gejala limfoma atau kanker kelenjar getah bening. Padahal bisa saja benjolan tersebut muncul karena infeksi.

Oleh sebab itu, Anda perlu memahami gejala khas dari benjolan limfoma dan bagaimana cara membedakannya dengan bengkak akibat infeksi. Pembengkakan yang muncul akibat limfoma umumnya bersifat painless alias tidak menimbulkan nyeri saat ditekan. Berbeda dengan benjolan akibat infeksi, yang biasanya jika ditekan akan terasa nyeri.

Rasa nyeri tersebut biasanya juga akan muncul di area sekitar benjolan. Misalnya jika Anda terkena infeksi radang tenggorokan, benjolan muncul juga disertai dengan rasa nyeri lain seperti nyeri saat menelan. Benjolan ini biasanya juga keras bila ditekan dan cenderung diam bila digerakkan.

Untuk pengobatan dugaan infeksi, biasanya dokter akan memberikan resep antibiotik dan tunggu beberapa hari. Jika memang benjolan tersebut karena infeksi, maka akan mengecil. Tapi kalau karena limfoma, benjolan justru makin besar. Gejala khas limfoma lainnya, seperti demam lama dengan suhu tak sampai 38 derajat Celcius.

Selain itu, benjolan akibat infeksi umumnya hanya satu saja, sementara benjolan akibat limfoma umumnya lebih dari satu dan 'bergerombol'. Sehingga jika diamati dengan mata telanjang, benjolan-benjolan tersebut terlihat banyak dan tidak hanya satu saja.

Seseorang perlu curiga bahwa benjolan sebagai tumor ketika tak kunjung hilang dalam waktu lama. Selain itu perhatikan juga ukurannya setiap hari karena apabila terasa semakin membesar maka segera cari bantuan medis.

Jika ada benjolan perlu dipantau selama beberapa bulan, kalau dia sudah nggak bergerak seperti nempel di sekitarnya maka kita harus curiga bahwa ini adalah kejadian ganas.

Disadur dari berbagai sumber, saya Ratno Wistu.

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.