Cara Ini Tidak Tepat, Tetapi Sering Dilakukan

04 September 2016 -

Dalam memberi makan pada anak, kadang secara tidak sadar orang tua menerapkan teknik memberi makan anak yang kurang tepat. Akibatnya, anak jadi trauma dan tidak suka dengan jenis makanan tertentu.

Orang tua bisa membuat si anak mau makan sayur dan buah dengan teknik yang tepat. Sayangnya, tidak banyak orang tua yang tahu bagaimana cara memberi makan anak yang tepat. Bisa jadi malah melakukan hal yang tidak disarankan. Akibatnya asupan anak jadi kurang bahkan tidak ada.

Dari beberapa sumber, berikut ini teknik memberi makan anak yang kurang tepat yang mungkin bisa untuk mengingatkan diri saya dan orang tua lainnya, yaitu:

1. Dicekokin
Anak dikasih jamu supaya nafsu makan. Padahal anak sudah nangis, mulutnya dipaksa dibuka, akibatnya anak akan trauma pada makanan tertentu. Hingga makin membuat dia susah makan sayur dan buah serta makanan lain.

2. Menyuapi
Seringkali orang tua tidak sabar karena anak makan dalam waktu lama hingga akhirnya ia disuapi. Jika sekali-sekali dilakukan tak masalah tapi jika terlalu sering bisa saja anak tidak terbiasa bertanggung jawab pada hal yang ia lakukan.
Saat anak makan dalam waktu lama, ada baiknya beri aturan dalam waktu 30 menit habis tidak habis kegiatan makan sudah selesai sehingga anak bisa belajar disiplin.

3. Sambil jalan-jalan
Agar anak makan, lantas ia digendong sambil keliling kompleks rumah. Biasakan anak duduk di meja dan konsentrasi pada piring di hadapannya. Dengan meminta anak fokus pada makanannya, ini juga mengatur emosional anak di mana ketekunan anak dalam menghabiskan makanannya terasah.

4. Sambil main
Saat makan sambil main, anak kadang tidak menyadari dia sedang makan. Jika dia tidak sadar, anak bisa tidak menikmati makanannya. Pada anak yang suka berjalan-jalan saat makan, untuk mengakalinya, tetap taruh piring di meja dan saat tiba waktu anak menyuap makanannya, panggil dia untuk makan lagi.
Kalau boleh jalan-jalan sambil makan anak bisa merasa semua di dunia mengikuti dia. Padahal, dia harus belajar mengikuti aturan.

5. Boleh makan apapun dan sambil nonton TV
Kadang ortu malas atau tidak sempat menyiapkan makan. Akhirnya apa aja yang mau dimakan anak diperbolehkan, lama-lama anak bisa obesitas.
Begitu juga saat makan sambil nonton TV, anak tidak sadar berapa banyak makanan yang sudah ia konsumsi. Sehingga, anak tidak kenal kapan dia lapar dan kenyang. Jika ini dilakukan terus, risikonya pun anak obesitas.
Teknik makan yang tidak tepat juga punya risiko jangka panjang. Misalkan anak hanya mau makan satu jenis makanan tertentu, nutrisinya tak akan terpenuhi dan tumbuh kembangnya bermasalah. Pada anak dengan tumbuh kembang tidak optimal, perkembangan kecerdasannya pun tidak optimal.

Semoga bisa membantu parenting, guna mencapai tumbuh kembang anak-anak sekalian.

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.