Alur Film

11 Agustus 2015 -

Seperti garis, dalam perjalanan menggarisnya melewati titik-titik yang tidak disadari. Begitu pula dalam sebuah proses sosialisasi, kadang kita tidak menyadari titik-titik yang ada di sekitar kita. Apakah itu titik aman, atau titik bahaya. Tidak jarang semua terabaikan begitu saja ketika kita merasa di zona nyaman, dan akan terkejut hingga shock ketika terlempar dari zona tersebut.

Tidak ada hal mendasar kenapa saya menulis hal ini, namun pikiran saya tidak sengaja tertuju pada sebuah peristiwa yang sebenarnya bisa dianggap sepele atau dianggap besar. Saya rasa setiap masalah akan memiliki 2 sisi tersebut, sepele atau berharga. Contohkan saja sebuah pisau yang jatuh, sepele jika kita langsung mengambilnya. Besar? Ya, apabila itu melukai kaki. Hingga preventif sebelum pisau jatuh, juga diperlukan.

Apa hubungannya perumpamaan tersebut dengan zona nyaman? Kalau dikait-kaitkan, ya pasti ada hubungan. Zona nyaman itu keadaan dimana kita dapat melakukan hal yang dikehendaki, dengan leluasa. Namun, zona tersebut bisa menjadi zona berbahaya jika melanggar zona nyaman orang lain. Perumpamaannya? Sebagai pelaku (misalnya yang menjatuhkan pisau), aman-aman saja jika dia tidak berfikir seberapa bahayanya. Bagi orang lain? Jelas, tidak nyaman apabila terkena efek dari hal tersebut. Aral, menimbulkan selisih paham, dan efek lainnya.


0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.