Muadzin Gila

21 Juni 2015 -

Suasana sebuah kampung tiba-tiba heboh, karena pada jam 22.00 terdengar adzan berkumandang dari sebuah mushalla setempat melalui pengeras suara, memecah keheningan malam. Warga berbondong-bondong mendatangi mushalla itu meski mereka sudah tahu siapa yang melakukannya.

Mbah Sadi, suaranya sudah dikenal di kampung itu, umurnya sudah mencapai kepala tujuh. Warga dipenuhi pertanyaan, mengapa Mbah Sadi adzan pada jam
sepuluh malam? Ketika warga sampai di pintu mushalla, Mbah Sadi baru selesai adzan dan mematikan sound system.
“Mbah tahu gak, jam berapa sekarang?” kata Pak RT.
“Adzan apa jam segini, Mbah? Jangan-jangan Mbah sudah ikut aliran sesat,” sambar Roso dengan nada prihatin.
“Ah, dasar Mbah Sadi sudah gila. Kalau nggak gila, mana mungkin adzan jam
segini?” timpal warga yang lain.
“Kalian ini...” jawab Mbah Sadi tenang.
“Tadi, waktu saya adzan Isya, tidak seorang pun yang datang ke musholla. Sekarang saya
adzan jam 10 malam, kalian malah berbondong-bondong ke mushalla. Satu kampung lagi. Kalo gitu, siapa yang gila?” jelasnya.

Wargapun pulang satu persatu tanpa protes lagi. Termasuk Pak RT yang kemudian menjauh perlahan-lahan, tak berani melihat
wajah Mbah Sadi.

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.