Etos Kerja dan Birokrasi

31 Maret 2015 -

Keadaan lingkungan hidup akan bervariasi, pada suatu saat akan menjadi sangat menyenangkan dan pada saat yang lain akan sangat tidak mengenakkan. Kehidupan sosial di lingkungan kita pun akan beragam pula. Like and dislike juga pasti lekat dengan kegiatan keseharian.

Lantas masalahnya apa? Simpel memang apabila diuraikan, tetapi rumit untuk dijalani. Simpelnya, hal tersebut akan selesai apabila diabaikan. Rumitnya apabla hal tersebut ada yang mempermasalahkan.

Salah satu kehidupan yang pasti dijalani yaitu kehidupan bermasyarakat. Makin banyak orang yang terlibat, makin besar terjadinya masalah. Lingkungan kerja merupakan salah satu kehidupan bermasyarakat, selain berurusan dengan pekerjaan, orang harus berinteraksi dengan pelaku kerjanya.

Nah, pada hal ini saya ingin menekankan kepada pembaca agar berhati-hati dengan interaksi terhadap pelaku kerja. Saya salah satunya sebagai 'pekerja' yang memiliki masalah kerja. Masalah buat saya atau buat orang lain, sebenarnya kurang pasti. Yang jelas, sebagai pelaku kerja saya memiliki porsi dan tanggung jawab kerja sendiri. Etos kerja? Ya, perilaku dimana seorang harus mengikuti kerja sesuai prosedur sesuai dengan ketentuan dan alur yang telah ditetapkan. Soal birokrasi? Itu terkait dengan titik-titik yang harus dan tidak harus dilewati.

Sebagai analog, jika ada urutan A-B-C-D, tentu dari A untuk menuju D, perlu melewati B dan C. Bagaimana kalau B dan C diinjak-injak? Well, pasti ada masalah baru yang akan timbul.

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.