Kurangnya Etika Berlalu-lintas

15 Oktober 2014 -

Menjalani kehidupan berlalu-lintas, telah menjadi rutitinasku. Tentunya banyak orang lain yang mengalami hal serupa denganku, setiap harinya. Ya, jalan menjadi masyarakat sendiri ketika saya hendak menunaikan kewajiban di kantor. Di jalan pula lah ditemukan bermacam-macam karakter pengguna jalan.

Namun, kemarin aku merasa ingin menulis tentang pengguna jalan. Aku mengendarai sepeda motorku bersama anakku, seperti biasa aku menggendongnya untuk menjaga keamanannya selama berkendara. Safety rider telah lengkap dikenakan, tetapi semua itu rasanya tidak cukup. Kenapa? Tidak sedikit pengguna jalan di luar sana lalai akan pentingnya safety rider ini. Banyak dari mereka yang asal-asalan, dan tidak sedikit perilaku berkendaranya yang mengancam pengguna jalan yang lain.


0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.