CDMA Tutup? Apa iya?

13 Februari 2014 -

CDMA bisa jadi merupakan teknologi yang benar-benar meledak pada jamannya. Bagaimana tidak? Tarif murah dan pemilihan nomor area waktu itu benar-benar menggeser keinginan orang untuk memiliki telepon rumah. Tentu masing-masing dari kita juga sadar, seperti apa prestisenya telepon rumah waktu itu. Masa kejayaan CDMA kalau boleh saya ingat adalah sekitar tahun 2007-an. Masing-masing orang berburu handset CDMA, dan memamerkan nomor-nomor barunya. Kejayaan CDMA digawangi oleh produk-produk dari berbagai operator, seperti Telkom (Flexi), Mobile 8 Telecom (Fren dan Hepi), Smart Telecom (Smart), Sampurna Telekomunikasi (Ceria), Bakrie Telecom (esia), Indosat (Star One). Disusul produk lain yang mengandalkan koneksi CDMA seperti AHA. Tercatat ada 6 operator CDMA waktu itu.
Berbeda keadaannya dengan sekarang Smart Telecom dan Mobile 8 Telecom beberapa tahun lalu meleburkan diri menjadi operator yang bisa dibilang masih berjaya, smartfren. Lantas operator lainnya bagaimana? Ya seperti kita tahu, santer beberapa pemberitaan bahwa 4 operator CDMA akan segera gulung tikar. Sebut saja Indosat, hanya memiliki 3000 pelanggan Star One. Tentu itu menjadi momok tersendiri untuk tetap menjalankan bisnis tersebut khan? Telkom pun dengan jumlah pelanggan 11 juta pun terkesannya juga enggan untuk mempertahankan Flexi.
Tindakannya seperti apa? Jika benar-benar ditutup layanan CDMA tersebut, lantas bagaimana nasib handset CDMA dan nomor-nomor ponsel CDMA pelanggan? Ironis memang, ini akan menjadi masalah baru terkait penutupan layanan CDMA tersebut. Sambil baca-baca artikel dan berita di beberapa media massa, ada beberapa poin yang saya tangkap, yaitu:
  1. Salah satu operator CDMA, smartfren, tetap menggelar layanan CDMAnya. Ini masuk akal, karena semua pemilik handset CDMA pasti akan 'mengisi'nya dengan nomor dari smartfren. Alasannya? Karena hanya smartfren, satu-satunya layanan CDMA yang tertinggal.
  2. Pengguna Telkom Flexi, akan dialihkan ke TELKOMSEL dengan mengusung produk Kartu As. Bukan Kartu As seperti pada umumnya, Kartu As peralihan ini tetap membawa tarif yang (mungkin) sama dengan tarif Telkom Flexi.
  3. Telkom dan Operator lain bagaimana? Besar kemungkinan, operator-operator tersebut bergeser atau bergabung menjadi operator baru di jaringan LTE. LTE? Itu loh, yang menawarkan koneksi cepat atau yang disebut 4G. Sekarang sudah ada 1 operator 4G, BOLT!
Terlepas dari seperti apa proses perubahan dan perkembangan teknologi tersebut, semoga opini dan pengetahuan saya ini bisa membantu. Paling tidak bagi Anda yang ketar-ketir handset lamanya tidak terpakai... :D

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.