Solo dan Surau Kecil di Kampungku

26 Juli 2012 -

Kemarin seharian aku menghabiskan waktu untuk jalan-jalan ke pusat kota Solo. Tentu tidak begitu merasakan lelah, karena aku dan istriku menikmati perjalanan itu sambil sesekali mampir ke toko-toko untuk sekedar melihat-lihat.

Sebenarnya tujuan kami jalan-jalan pun juga tak jelas, akhirnya aku memutuskan untuk nonton The Dark Knight Rises (Batman) yang memang aku belum nonton. Lumayan lama menunggu, filmnya diputar pukul 13:00, sedangkan waktu itu masih menunjukkan pukul 11:10. Lagi-lagi, kami menghabiskan untuk keliling Mall, sambil melihat-lihat mungkin saja ada yang tertarik.

Jalannya film cukup seru, dan aku rasa film ini paling berkualitas dari sekuel Batman sebelum-sebelumnya, karena di film yang ini "Teka-teki"nya lebih nendang, serta ceritanya sepertinya lebih beragam.

Jika boleh mengulas ke kemarinnya lagi, atau 2 hari yang lalu. Aku menghabiskan waktu seharian penuh di rumah, ada sih sesekali ke rumah tetangga. Malamnya aku shalat tarawih di langgar desa (sekarang masjid). Pikiranku sempat melayang-layang, mengingat masa kecilku karena telah sekian lama tak menemukan suasana ramadhan di masjid itu.

Tapi, aku sempat ternyuh, kenapa? sebagian besar makmum disitu adalah orang tua. Aku ingat, masjid itu dulu menjadi tempat beraktifitas kami sehari-hari. Menjadi tempat beraktifitas kami untuk mengaji dan berinteraksi. Sekarang? Anak muda, hanya 1 atau 2 yang ikut berjamaah disana.

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.