Menyeimbangkan Pekerjaan dan Keluarga

10 Mei 2012 -

Banyak yang bilang menyeimbangkan pekerjaan dan rumah tangga adalah hal yang hampir mustahil. Namun orang tua yang cerdas tahu bahwa mengesampingkan keseimbangan pekerjaan dan keluarga bukanlah hal yang harus dilakukan secara terus-menerus jika Anda ingin hidup bahagia. Terlebih untuk wanita yang telah berumah tangga, mungkin menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga sedikit banyak lebih berkendala.

Artikel ini sebenarnya telah dimuat di detik health beberapa waktu yang lalu. Berikut tips untuk menyeimbangkan antara pekerjaan dan keluarga:

1. Meminta Jadwal Kerja yang Fleksibel
Seringkali mendapatkan waktu dan jadwal yang fleksibel adalah suatu kasus langka. Namun cobalah amati atasan Anda, apakah sesekali dia akan membiarkan Anda bekerja di rumah sehari dalam seminggu atau memperbolehkan Anda datang dan pergi lebih awal untuk menjemput anak Anda sepulang sekolah atau mungkin meminta Anda bekerja penuh selama 4 hari. Fleksibilitas itu akan terlihat dari kebijakan yang dibuat seorang atasan.

2. Ambil Jatah Libur Anda
Ambil seluruh jatah libur Anda sebagai bagian dari kompensasi setelah bekerja untuk meluangkan waktu dengan keluarga. Selama liburan, jangan mengecek email Anda. Dengan begitu Anda akan kembali ke kantor dalam keadaan segar dan bertenaga kembali serta lebih produktif.

3. Siapkan Rencana Cadangan
Rapat yang tak kunjung usai, pengasuh bayi tak datang, suami terjebak macet dan anak sakit hanyalah sebagian dari masalah dari hidup Anda. Pahami itu dan siapkan Plan B. Mintalah bantuan pada anggota keluarga atau tetangga dekat yang Anda percaya, atau jaringan informal dengan ibu lainnya. Dalam konteks ini, Anda harus bersiap untuk membalas budi.

4. Mintalah Bantuan dari Suami Anda
Ini untuk para Ibu. Penelitian menunjukkan bahwa dalam rumah tangga, pekerjaan terbesar masih dilakukan oleh istri. Mungkin Anda tidak ingin cerewet tentang jam ekstra pekerjaan rumah tangga, memasak dan mengurus anak Anda setiap hari. Agar seimbang, mintalah suami Anda untuk mengambil alih beberapa tugas yang biasanya Anda lakukan seperti bersih-bersih rumah. Jangan keburu mengkritik cara kerjanya, justru pujilah dia agar suami termotivasi untuk melakukan apa yang Anda minta secara maksimal.

5. Cari Momen-Momen Berharga Bersama
Berkat budaya multitasking (meskipun membuat Anda kurang produktif) yang telah merajalela, orang yang bekerja pun mengalami kesulitan untuk mendapatkan momen bersama keluarga Namun jika dibiarkan, Anda takkan mendapatkan momen-momen itu kembali.

6. Jaga Diri Anda Sendiri
Lakukan juga dengan cara Anda sendiri. Mungkin Anda bisa bersantai dengan menghabiskan beberapa jam di kebun atau menonton film sci-fi konyol. Bisa juga dengan memasak dan menggelar pesta atau nongkrong bersama teman-teman Anda. Anda pun bisa melakukannya dengan memastikan Anda tidur selama 7-8 jam setiap malam.

7. Berdamailah dengan Diri Anda Sendiri
Sesekali hentikan langkah Anda untuk benar-benar memikirkan tentang apa yang Anda lakukan. Apakah Anda telah menjalani hidup dengan jalan Anda sendiri? Apakah Anda telah melakukan apa yang selama ini Anda inginkan? Apa hidup Anda berarti dan bagaimana Anda bisa membuatnya lebih kaya? Ingatlah alasan mengapa Anda mengambil keputusan ini dan berdamailah dengannya.

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.