Kau dan Ketakutanku

07 Maret 2012 -

Tadi malam aku tersentak, kudapati lampu di kamarku telah menyala kembali. Hening, tiba-tiba aku merasa asing di ruanganku sendiri. Aku memilih untuk tak bergerak sama sekali, hanya menghela nafas dan menatap apa yang ada di sekelilingku.

Menit demi menit aku masih membisu, dan aku sadar bahwa aku sedang dihampiri ketakutanku. Kulihat sesosok itu datang menghampiriku, duduk dan mendekatiku. Aku terdiam, dan masih terdiam. Aku hanya mampu menatap kedua belah matanya, ingin rasanya kurengkuh semuanya ke dalam pelukanku dan menjadikan semua menjadi hal yang manis.

Lagi-lagi aku masih diam dalam termenungku, segaris air mengalir di sudut mataku. Di hadapanku, sepasang mata itu masih menatapku sambil sesekali bertanya akan sebabnya. Lirih, dan akupun tak menjawabnya. Ketakutanku telah mengunci mulutku, dan membuat lidahku kelu. Aku takut sesosok itu tak bahagia di sisiku.. :(

3 komentar:

  1. ketakutan mu atau sebuah impian untuk membahagiakan sesosok yg ad dlm rasa takutmu ahihi,,,,cerita seperti diatas cerita..hummm

    BalasHapus
  2. Hehe... :)
    Dalam bahasa matematikanya, adalah Mimpi Kuadrat?

    BalasHapus
  3. dalam bahasa biologi nya rekayasa genetika dalam kehidupan..nyambung ga hihi

    BalasHapus

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.