Ukiran Asa

09 Januari 2012 -

Tak sadar, habis sudah langsat sekantong plastik yang ukurannya lumayan besar. Rintik hujan di luar pun masih asik dengan gemericiknya. Segar mataku, sambil sesekali menatap layar Galaxy-ku. Seakan ingin merintih, bahwa semua yang terjadi sepertinya tidak ada yang kuinginkan lagi.

Kuangkat kakiku beranjak ke ruang depan, kali ini aku buat teh dengan susu. Kupandang lekat, entah apa yang kuingat dari apa yang kulihat. Teh dengan susu, serasa aku pernah mendengar suara menyebutkan kata itu. Ya Tuhan, andai aku punya hak ingin rasanya aku dapat menangis. Aku hanya diam, diam, dan diam menatap kantong yang sesekali terlihat dari tepian gelas.

Aku sama sekali tidak memikirkan resolusi, dan akupun nyaris tak memikirkan hal ini terjadi. Seakan mendadak mimpi buruk ketika tahun ini berakhir. Apa sebabnya? Sepertinya aku tak ada kesempatan untuk bicara. Biarlah, biarlah kujaga ukiran asa yang ada ini. Setidaknya bisa dijadikan kenangan yang bisa dikatakan indah. Aku tetap menunggu malam, aku tetap menunggumu terlelap. Dimanapun dan sedang apapun.. Bermimpilah, pemimpi kecilku.. :)

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.