Maling Mangga

22 Januari 2012 -

Terinspirasi dari masa kecilku, pengalaman melakukan sesuatu yang namanya "mencuri buah mangga". Supaya seru, bikin cerita dulu.. :)

Di depan rumah mbah Kariyo tumbuh sebatang pohon mangga, berbuah sangat banyak dan mulai ranum hampir matang. Orang yang melihatnya, pasti tergerak ingin memetiknya. Namun, jelas tidak mungkin karena mbah Kariyo orangnya pelit.

Malang, setiap malam mangganya dicuri orang, mbak Kariyo berang lalu dia memasang kabel listrik bertegangan tinggi, dan menempel tulisan "Awas! Listrik tegangan tinggi!". Hal tersebut ternyata tidak mengubah keadaan, mangganya masih saja dicuri orang. Mbah Kariyo pun makin berang bahkan sampai ngomel-ngomel kepada semua orang yang melewato depan rumahnya. Hingga akhirnya lewatnya pak ustadz yang segera menenangkannya.

"Ada apa mbah, kok marah-marah?" tanya pak Ustadz.

Mbah Kariyo pun menceritakan kejadian yang dialaminya, lalu pak Ustadz pun memberikan solusi, bahwa mencuri itu dosa. "Jadi, mbah harus menempel tulisan di pohon bapak yang bertuliskan dilarang maling dosa, Allah maha melihat."

Akhirnya mbah Kariyo menuruti nasehat pak Ustadz, dia menulis di pohon mangganya sebagaimana yang disarankan pak Ustadz, mbah Kariyo pun merasa tenang.

Keesokan harinya mbah Kariyo terkejut dan hampir pingsan melihat buah mangganya habis dicuri, bahkan pencurinya meninggalkan pesan "Tanggung mencuri sedikit, mending dihabisi aja. Toh walapun Allah melihat saya mencuri tapi Allah gak bakalan ngasih tahu kamu. Urusan dosa dibelakangan gampang bisa tobat!"

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.