Hingga Akhir Waktu

03 Januari 2012 -

"Kucoba untuk melawan hati, tapi hampa terasa disini tanpamu.. Bagiku semua sangat berarti.. Kuingin kau disini, tepiskan sepiku bersamamu.."

Larut malam memang, tetapi aku tiba-tiba terbangun dan kehilangan kantukku. Diam dan menggigit bibir, seakan aku menahan sesuatu yang sangat berat. Memang, aku merasakan hal yang kurasa memang berat.

Jika aku mampu menangis, mungkin akan sedikit lega. Namun, pertanyaannya apakah aku punya hak untuk menangis? Lagi-lagi aku hanya diam dan menggigit bibir. Aku dudukkan tubuhku, aku tundukkan kepalaku.. Ya Tuhan, benar-benar sesak. Aku tak mampu membohongi keadaan, aku tak mampu membelokkan fakta, dan aku tak mampu menutupi kebenaran.. Bahwa aku memang benar-benar merindukan sebuah sapaan, tetapi apa boleh buat seakan aku tak punya ruang untuk meletakkan kata-kata akhirnya aku bisa termangu dalam kelamnya waktu.

Kulangkahkan kaki ke kamar mandi, hanya untuk sekedar menggosok gigi. Lekat aku menatap cermin di kamar mandiku, entah apa yang kucari dari dimensi itu. Selalu saja berputar-putar di ruang imajinasiku, harapan-harapan kecil. Ingin sekali aku terlelap, karena hanya dalam mimpi aku dapat menemuimu...

Nite my little dreamer..

2 komentar:

  1. Jadi hanya lewat mimpi ya kamu bisa menemuinya? :)

    BalasHapus
  2. inspirasi akhirnya meluap menjadi rangkaian kata saat tak lagi mampu menahanya,,,,mga dalam mimpi sungguh bisa jumpa kelak didunia nyata,,,,,smga ya,,,,,

    BalasHapus

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.