Detik Kesekian Kalinya

20 Januari 2012 -

"Usap air matamu, dekap erat tubuhku. Tatap aku, sepuas hatimu... Nikmati detik demi detik, yang mungkin kita tak bisa rasakan lagi.. Nyanyikan lagu indah, sebelum ku pergi dan mungkin tak kembali.."

Tiba-tiba saja ingin menuliskan syair lagu itu. Detik Terakhir, itulah judulnya. Aku pun tak tahu apa yang kurasakan malam ini, jika boleh dikatakan ada setitik rasa untuk meninggalkan semua. Sebaliknya, setitik yang lain mengikat agar semua tetap ada pada tempatnya.

Menyimak video klip lagu itu, akan terasa menyakitkan apabila aku yang mengalaminya. Lantas, pertanyaannya, apakah ada pilihan untuk tidak mengalaminya dalam hidup? Semua selalu menjadi misteri, dan aku akan menjalaninya... Nyata atau mimpi, aku siap untuk ini.. :)

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.