Batas Maya

17 Januari 2012 -

Sebenarnya kemarin ingin menumpahkan di Buku Harian ini, namun tak tahi kenapa aku merasa cukup sibuk dan lost inspiration. Duduk di ruang kerjaku, dengan sedikit kerjaan memungkinkan aku meluangkan waktu beberapa saat untuk menuliskan diariku.

Seakan masih belum terjaga, dan belum menyadari bahwa semua telah berubah. Sedikit keyakinan yang selalu ada di benakku, yaitu bahwa "semua ada yang mengaturnya...". Mengajarkan aku banyak hal, mengajarkan sesuatu yang baru. Mengenalkan aku ke dunia luar, mengantarkan aku ke kerangka berfikir yang lain.

Yang tersisa hanya aku dan kenanganku, di samping Dia yang selalu mengiringi. Hal itu pun rasanya cukup kuat menekankan agar aku tahu berterima kasih atas segalanya sampai disini. Aku termangu, aku terdiam.. Itu tidak mengubah yang telah ada hingga sekarang, namun saat ini hanya itu yang bisa kulakukan.

Ironis memang, jika secara tiba-tiba kita kehilangan sesuatu yang kita anggap berharga. Kadang egoku pun merasa seperti tirani yang tak terhapuskan oleh aku sendiri, di sisi lain konsep-konsep yang telah kupelajari pun melawan dengan meluaskan hatiku selebar-lebarnya.

Berfikir sejenak, ketika semuanya memang telah menemukan titik buntu. Semua membentur batas maya yang tak tampak sebelum dan sesudahnya, batas yang menelan semuanya dengan mudahnya. Aku tak mengerti, aku hanya mampu memegang kelingking Tuhan... :(

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.