Musim dan Puncak Angin

26 Desember 2011 -

Hari kesekian kalinya libur. Tapi, aku hanya mengisinya dengan bermalas-malasan. Terlebih lagi musim yang gak jelas, menjadikan kemana-mana pun berasa kurang leluasa. Bukan hari ini saja yang penuh rundungan hujan, bahkan sejak beberapa hari bahkan minggu yang lalu.

Kali ini aku duduk menghadapi layar televisi, sambil sesekali aku memandang layar laptopku dan menyambung buku harian. Kuhentikan, menonton TV, dan kulanjutkan lagi. Begitulah, berkali-kali. Aku terdiam, beberapa hari ini aku merasa tak ada interaksi. Dengan siapa? Dengan sesosok yang ada dipikiranku sekarang ini..

Dingin angin malam makin menggetarkan tubuhku, setelah sore tadi aku berada dalam guyuran hujan. Bisa dikatakan aku cukup senang berada dalam guyuran hujan tadi, bagaimana tidak? Aku telah cukup lama tidak merasakan hujan yang begitu deras. Awalnya memang tidak ingin kehujanan, tetapi setelah memaksakan diri karena perjalanan yang agak jauh akhirnya aku mampu menikmati perjalanan ini.

Cukup mengilas peristiwa sore tadi, sekarang aku berfikir tentang keadaanku sendiri. Sebuah pertanyaan yang mulai kujawab sejak beberapa bulan kemarin, bahwa aku tak bisa seperti ini terus-menerus. Aku berada di musim yang berbeda, serta menduduki puncak angin yang begitu derasnya. Aku bisa bertahan, namun aku pikir aku lebih baik turun.. Menikmati musim, dan angin yang lebih sepoi-sepoi.. :)

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.