Mengukir Nama Dengan Segelas Teh

24 Desember 2011 -

Tepat pukul 00:00 aku mulai 'Mengukir' tulisan ini. Mungkin waktuku berbeda dengan waktu yang ada di server Blog. Namun aku hanya menyamakan waktu dengan salah satu operator seluler.

Bibirku masih pedas, mungkin masih ada sisa-sisa lemak dari sambal yang membakar permukaan kulit di bibirku. Ku seka dengan beberapa teguk teh hangat untuk menghilangkan sensasi terbakarnya.

Hari ini aku bisa dikatakan cukup lelah, setelah kesana-kemari mencari hal-hal yang kurasa perlu. Masih beruntung dan harus bersyukur, hari ini tidak hujan. Membawa sebuah bukti pembelian barang berharga, serta beberapa potong baju cukup menghibur langkahku untuk pulang.

Kurebahkan tubuhku seketika begitu aku memasuki ruangan kamarku, aku hanya memainkan ponselku. Berinteraksi menggunakan SMS, twitter, dan YM menjadi kegiatanku waktu itu. Seketika aku merasa ada yang kurang, sehari ini merasa tak ada mimpi. Pikiranku mulai negatif, terbentuk dari keinginan yang tidak terwujud, akal burukku seakan berbisik bahwa aku hari ini memang tidak untuk diingat oleh siapapun. Namun aku tepis sendiri, bahwa aku tidak boleh berpikir seperti ini. Namun, aku lirih membisik ke dalam hatiku sendiri.. Bahwa pasti ada saatnya aku tak berdiri disini lagi..

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.