Memandang Saja

09 Desember 2011 -

Tiba-tiba langit gelap, hujanpun seakan mengguyur tanpa kendali. Waktu itu, aku keluar rumah untuk membeli makan siang. Beruntung memang, setelah dzuhur aku rencananya mau ke kantor sekedar mengecek peralatan apabila ada yang makai tadi pagi, ternyata hujan.

Bukan itu saja, aku memilih warung makan di depan komplek saja, sehingga tidak kehujanan. Hujan mengguyur ketika aku sudah duduk dan memesan menu makan siang. Bersyukur, kadang aku tidak menyadari keberuntungan-keberuntungan yang diberikan Tuhan seperti ini. Tidak sampai di situ saja, aku menyelesaikan makan siang, tidak lama kemudian hujan pun reda. Aku langsung pulang ke rumah, dan benar-benar mengurungkan niat ke kantor hari ini.

Beberapa hari ini malam menjadi saat yang mencekam, bagaimana tidak setelah malam kemarin hujan. Malam ini pun dinginnya juga menusuk tulang, banyak tetangga yang memilik mengurung ke dalam rumah untuk menghindari dinginnya malam hari. Aku juga demikian, walau menghadapi koneksi internet yang cukup memilukan, aku mencoba menulis apa yang kurasakan hari ini. Tak banyak, hanya beberapa hal yang aku memilih diam dengan sedikit pikiran yang kubiarkan melingkar-lingkar di ruang imajinasi. Aku memandang saja, memperhatikannya...

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.