Let Me Cry

08 Desember 2011 -

Gerimis, fenomena ini sudah sering ditemui. Tidak hanya malam ini, kemarin, atau hari-hari yang telah terlewati. Antara panas dan dingin membentuk garis fluktuasi sendiri. Begitulah, jika boleh kukatakan bahwa kondisi alam juga tidak berbeda dengan alur serta permainan kehidupan.

Hari ini aku merasa sangat pasif, bukan tak bersemangat tetapi menjalani hari seadanya saja. Bangun, berkemas, dan merapikan diri serta pekerjaan menjadi rutinitas yang tak terelakkan. Bukan karena hal itu, tetapi ada beberapa konsep yang bukan aku tidak ingin mengerti, tetapi lantaran aku sendiri tidak memahami.

Tiba-tiba saja aku merasa, belajar saja tidak cukup. Implementasi dari apa yang telah dipelajari kadang menjadi sangat sulit diterima hati. Sebut saja beberapa kasus, kekecewaan, egoisme, kemarahan, atau hal apa saja yang serupa. Aku tak peduli, itu sama atau berbeda, hanya saja terasa cukup susah mendeskripsikan semua yang ada di kepala. Sekelumit yang aku rasakan, bisa dikatakan aku kecewa atau bisa juga aku dikatakan egois..

Benar gak sih aku tak mampu berfikir jernih lagi? Pertanyaan itu muncul dan kuajukan sendiri. Sontak aku juga malah bingung sendiri. Sebenarnya, ada apa sih? Lagi, aku bertanya kepada diri sendiri. Kesekian kalinya aku bingung lagi. Kuheningkan pikiranku di tangga-tangga pergantian hari, tak tentu arah... Serasa aku hanya ingin bermimpi, dan setelah terjaga menyadari bahwa aku bukan menjadi orang berarti.. Kalaupun tidak, berharap bukan menjadi orang yang dilewati..

God, let me cry...

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.