Berakhir? Berakhirlah...

29 Desember 2011 -

Beberapa kali hari ini aku ingin mengeluh. Bukan hari ini saja, mungkin sejak kemarin atau lusa aku telah mengalaminya. Sepertinya keadaanku sekarang bukan main-main, meninggi dan memuncak ketidaknyamanan hati. Tetapi disisi lain aku seperti menghadapi puasa yang sangat panjang. Setiap waktu yang berhasil kulewati terasa ikut menyiksa keadaanku sendiri.

Aku hanya diam, dan diam.. Sepertinya apa yang aku lakukan merupakan bentuk kekecewaan atas apa yang aku inginkan namun tak terwujudkan. Sebenarnya bukan hal yang besar, tetapi aku mencoba berfikir logis. Kecil untuk aku bisa jadi sangat besar untuk orang lain, atau sebaliknya sangat kecil dan tak terlihat oleh orang lain.

Enggan berinteraksi dengan media-media komunikasi sekarang ini. Tidak menyentuh beberapa platform yang biasanya indah dan aku rindukan. Aku mampu berfikir agak luas sekarang, namun lagi-lagi berujung aku tak bisa seperti ini terus. Aku sendiri tak memikirkan lagi, bisa dimengerti atau tidak tulisanku ini. Gamblang pun rasanya juga sia-sia, tersembunyi apalagi.

Aku hela nafas lagi, sakit memang ketika setiap hari merindukan dengan hal yang sama dan menjumpai fakta yang tidak semestinya. Tapi sebagaimana kuhela nafas tadi, aku pun harus menyadari.. Bahwa aku tak dapat berbuat apa-apa, kadang aku merasa tak sanggup berada di posisi ini. Hingga pikiranku bertanya dan menjawab.. Berakhir? Berakhirlah.. Jika boleh jujur, apa yang ada dipikiran itu berbeda dengan yang ada di hati, termasuk saat ini.

Tetap kugenggam rapi, hingga aku berhadapan dengan Tuhan. Kesekian kalinya... Have a nice dream...

2 komentar:

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.