Balada Kotoran Kucing

10 Desember 2011 -

Kalau ingat kejadian tadi, tersenyum simpul aku antara jengkel dan lucu. Bagaimana tidak? Di Studio XXI ada bau kotoran kucing!

Ceritanya begini, sekalian mengilas balik hari ini. Seperti biasa, aku bangun pagi kemudian bla bla bla. Sekitar pukul 09-an aku tiba di kantor, tidak ada yang dikerjakan memang tetapi aku hanya duduk dan seperti biasa membaca berita-berita online. Pulang jam 13:30 ternyata tidak menyelamatkan aku dari guyuran hujan! Ok, kekonyolan pertama adalah kehujanan.

Merebahkan tubuh sebentar, berharap bisa terlelap ternyata tidak. Perut mulai tak bisa diajak kompromi, lapar. Menunggu beberapa puluh menit, hujan akhirnya reda. Aku bergegas memacu kuda besiku, hingga aku duduk di sebuah warung makan di seberang komplek.

Kekonyolan selanjutnya bermula ketika aku mulai menuju ke rumah teman, dan kemudian menuju ke mall dan nonton film di Studio XXI. Kami membeli popcorn, dan kami pun membeli minuman. Poconggg juga Pocong, merupakan target film yang ingin kami tonton. Teng teng.... Kekonyolan dimulai! Kami masuk ke dalam ruangan, duduk manis. Makanan kami diamkan, menunggu pemutaran filmnya saja.

Trailer demi trailer diputar, namun ada banyak kursi yang belum terisi. Wajar, ini bukan penayangan perdana jadi sudah mulai sepi. Namun, kursi-kursi di depan dan belakang, kanan dan juga kiri kami belum terisi. Filmnya dimulai, tak lama kemudian datanglah penonton sebelah kanan dan belakang kami. Sampai disitu masih enjoy-enjoy saja, ketika aku mulai membuka kotak popcornnya.

"Sstt.. Tercium bau kotoran kucing gak?", kata temanku.
"Gak tuh, aku kok gak mencium", jawabku.
"Rasanya setelah si itu masuk, ada bau ini deh..", imbuh temanku.

Gak mau buruk sangka, kami memeriksa diri kami masing-masing. Bahkan kami tidak memperhatikan filmnya lagi. Bahkan kami sepertinya mulai gaduh sendiri. Dalam ruang gelap itu, kami ngobrol gak jelas!

"Jangan-jangan kita duduki nih kotorannya! Mimpi buruk deh kalo sampe iya!", kataku.
"Masa sih! Periksa dong!", jawab temanku.

Kemudian dengan ponsel kami masing-masing sibuk menerangi kursi kami! Hedeh, bukan berasa nonton film lagi.

"Gak ada! Coba lihat sandalmu?", perintahku.
"Gak ada tuh!", jawabnya, sambil dia memeriksa kaki yang sebelahnya.

Aku menerangi lantai-lantai di sekitar kaki-kaki kami, bersih! Gak ada apa-apa.

"Jangan-jangan di sepatuku neh?" kataku, sambil langsung memeriksa kedua belah sepatuku. Imbuhku, "gak ada kok!"

Jadi terkesannya kami sibuk mencari kotoran kucing! Filmnya gimana? Bodo, gak ada film-filman sekarang! Haha... Merasa bersih dari kotoran kucing, ternyata tidak menyelamatkan kami dari 'aroma menggiurkan' itu. Kami masih saja cekikikan, sambil sesekali menutup hidung ketika aroma itu tercium.

Gimana nih nasib popcorn dan minumannya? :D

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.