Ketika... Malam dan Pagi

13 November 2011 -

Baru ada waktu, sudah sejak hari sabtu kemarin aku berniat mengisi diariku. Namun, waktu yang menyita konsentrasiku hingga tak dapat fokus untuk mengisi buku harianku. Hari sabtu, mulai dari kegiatan membereskan ruanganku sampai menyelesaikan kelas dan mengoreksi hasil evaluasi, ternyata menyita waktu yang cukup lama. Hampir menjelang maghrib, aku baru selesai dan pulang ke rumah.

Malam minggu, bukan menjadi hal yang mengenakkan. Kenapa? Selain hujan dengan kilat dan guntur yang mengobrak-abrik angkasa dengan liarnya, PLN juga ikut andil memadamkan aliran listriknya. Alhasil, jenuh tiada tara... (nadanya kaya lagu ungu)

Hingga cukup malam, lampu belum menyala. Hujan telah reda, namun aku sudah terlanjur merebahkan tubuhku. Aku belum terlelap, aku masih memikirkan dan teringat pemimpi kecilku. Sempat ada sebaris kalimat kecil ingin kutuliskan waktu itu, urung memang karena baterai ponselku minim dan sebaiknya aku simpan siapa tahu ada kejadian darurat.

Aku merasa sedikit berfikir ketika dalam obrolan ditanyakan akan sebuah perasaanku, aku terdiam.. Aku menggumam, untuk itu tak ditanyakan di telepon. Bukan aku tak mau menjawab, bukan pula aku tak ada jawaban. Seperti dulu, dulu sekali... Tak berubah, lidahku kelu seketika.. Di sisi lain tak ada yang berubah dari dulu hingga sekarang, hingga menyakinkan aku memang benar-benar menyayangimu... Pemimpi kecilku.

"Ketika malam tak mampu melelapkan aku, dan ketika pagi tak mampu membangunkan aku lagi... Ada saat yang pasti, dimana aku tidak merasa sok suci.. Seberkas rasa, kecil nan indah, rapi terbalut rapi... Kubenamkan ke dalam sebuah mimpi, My Crazymaker."

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.