Sepertiga Malam di Ujung Salam

08 September 2011 -

Aku tarik kunci pengait gerbang di rumahku. Aku baru menginjakkan kaki di pekaranganku setelah dini hari. Hm, telah pukul 02:18. Aku rebahkan tubuhku, lelah bercampur kantuk ternyata tak mampu membuatku memejamkan mata.

Sesekali ku kibaskan tanganku hanya untuk mengusir nyamuk yang terbang mendengung. Masih ku ingat, tadi padi ada sapaan kecil mengawali hari. Membawa aku pada sebuah hari yang penuh dengan energi.

Kutunaikan tugasku satu per satu, akhirnya selesai dan aku bertahan sebentar di ruanganku yang kurasa mulai berantakan. Aku berkemas, dan akhirnya pulang. Waktu itu aku lihat pukul 03:15, cukup sore ternyata. Aku bereskan semua, dan aku terlelap.

Sebuah telepon mengejutkanku, dari rekanku di sebuah EO. Sisa kerjaan kemarin ternyata masih ada.

Waktu bergulir, maghrib.. Aku masih menyempatkan makan bersama Ibuku sebelum akhirnya kupacu kuda besiku. Sesampai disana, mulailah aku berkutat dengan deadline tumpukan dokumen. Aku tak mau pusing, kukerjakan sambil sekali-kali kumembalas sapaan kecil di ponselku.

Mulai larut, kerjaanku telah selesai. Bersantai... Tapi aral ternyata masih ada lagi! Hah.. Gara-garanya salah satu rekan kerja malah ngobrol doang di ruang depan. Huft.. Terdzalimi aku..

Aku putuskan mau mengerjakannya, tapi besok! Tanpa tunggu jawaban panjang, aku kemasi barang-barangku dan pulang. Ya ini, sampai di rumah jam 02.19.

Aku bereskan tubuh, dan kusetel alarm pukul 04.30. Bismikallahuma ahya wa amut.. Nite my litle dreamer..

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.