Penting, Gak Penting, dan Sabar

27 September 2011 -

Tak ada detik, tak ada dentang. Angin seakan tak ada, semua diam. Nyaris dapat kudengarkan hembusan-hembusan nafasku yang terkesan tidak teratur... Aku tahu persis apa yang ada di pikiranku, awalnya aku tak ingin menulisnya.. Namun, akhirnya aku memang harus menulisnya..

Meskipun malam belum larut, mataku sebenarnya sudah terasa agak kurang bersemangat untuk terjaga. Entah kenapa, bukannya mengantuk tetapi ingin rasanya aku pejamkan saja. Namun, kenyataannya berbeda ketika aku memutuskan untuk beranjak ke ruang depan dan menonton televisi. Tak ada bedanya, tidak mengubah apapun, aku masih bosan dan selang beberapa menit kemudian aku matikan kembali televisinya dan aku beranjak ke kamar lagi.

Kunyalakan kembali laptopku, ku pasang headset dan mulai kumainkan sebuah lagu. Belum selesai lagu itu, beberapa puluh detik saja sudah kumatikan pemain musik di laptopku. Ah, aku benar-benar kehilangan suasana hati untuk melakukan apapun. Lagi-lagi, untuk kali ini aku benar-benar sadar mengapa aku jadi seperti ini.

Semacam ada kekecewaan kecil yang secara signifikan benar-benar mempengaruhiku hingga aku memilih untuk diam sejenak, karena jelas aku tak punya obatnya. Misalnya aku tahu obatnya pun, sepertinya mustahil untuk mendapatkanya.

Seperti apapun aku dan keadaanku, aku ingin engkau mimpi indah... Aku tak akan berhenti menemani dan menyayangimu...

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.