Aku, Kau, Es, dan Keperluan.

11 September 2011 -

Kusumbat telingaku, seakan aku tak mau mendengarkan apa-apa lagi. Aku sadar ini bentuk kebodohanku, dan ini adalah kecacatan kontrol emosiku.

Hari telah berganti, dan waktu sekarang telah membuka tanggal dengan dini hari. Aku masih terjaga, kedua mataku masih berkedip dengan lincahnya. Walau sebenarnya aku mengantuk, aku hanya ingin menumpahkan isi hati.

Dingin memang, waktu menunjukkan 00:05. Tapi tak sedingin awal malam ini, ketika pintu tak diketuk. Tapi tak sedingin kunci-kunci yang terbuka tapi tak ada yang menggunakannya. Memang tak jelas, dan tak mengena atas apa yang telah menjadi perumpama.

Kau, menyapa ketika aku ingin tuli.. Kemudian kau diam ketika aku ingin mendengarkan.. Aku bukan siapa-siapa, tapi seakan kunci-kunci yang terbuka cukup untuk membujuk aku untuk duduk.. Lama atau tidak, selamanya atau sekehendak, aku tak tahu.. Hanya saya aku tak mampu untuk menopangmu, saat ini...

Bermimpilah dulu tanpa malam...

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.