Midnight, Oh Midnight

13 Agustus 2011 -

Lewat sudah, tengah malam melintas di sekelilingku dengan mudahnya. Aku duduk di depan layar berpendar, dengan sesekali mengusap dunia maya. Ah, semua tak ada yang mampu menawan angan. Layar kaca masih sibuk dengan iklannya, sementara kuusap ponselku masih sibuk dengan gangguannya.

Aku tak mampu berbuat banyak, seakan aku berjalan sendiri melewati pematang-pematang lama di malam hari. Sesekali aku bagai orang buta yang tak mampu memandang jalan, sesekali aku bagai orang paling bebas memandang tanpa penghalang.

Tuhan, semoga engkau tak bosan mendengar keluhku. Tuhan, semoga engkau tak jemu mendengar pohonku... Engkau yang Maha Mengendalikan Hati. Apakah aku sekarang ini tersungkur dan harus mengakhiri mimpi?

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.