Biarkan Tuhan yang Bicara

20 Agustus 2011 -

Memutar sebuat kurun waktu multi dimensi menjadi sebuah bidang datar, dimana ada sisi-sisi yang tak terlihat. Andai saja bisa, itulah yang ingin aku lakukan. Kembali ke falsafah awalnya, memetik pelajaran dari setiap hal dan pengalaman yang telah dilalui.

Belajar, Pelajaran, dan Pembelajaran.. Kali ini aku berusaha menilik pada titik-titik yang tak jelas di benakku sendiri. Aku merasa sekejap hilang dalam sebuah tirai yang aku sendiri tak mampu menyingkapnya. Satu hal yang dapat aku lakukan sekarang hanyalah belajar... Karena ternyata banyak pelajaran berharga, dan pembelajaran yang telah aku lewatkan.

Aku termangu menghadapi laptopku, seketika mimpi-mimpi menjadi alam yang tanpa dimensi. Aku memandang ke seluruh sudut mimpi, hanya kekosongan yang aku dapati. Lagi-lagi aku harus belajar, dan lagi-lagi ini adalah pelajaran yang kulupakan, lagi-lagi ini pembelajaran yang telah aku lewatkan.

Satu harapku yang benar-benar menggunung, tanpa aku bisa berbuat apapun... Tuhan, semoga suaramu sama dengan kehendakku saat ini.. Dan mengembalikan mimpi serta duniaku menjadi penuh dimensi, tanpa ada penghalang yang harus ditutupi.

0 Komentar:

Beri Komentar

Anda harus memiliki akun Google untuk dapat mengirimkan komentar.