Setan Pensiun

31 Agustus 2016 - Beri Komentar (0 Komentar)

Percakapan antara Malaikat (M) dan Setan (S)

M : "Kenapa kamu wahai setan? Kok murung seperti stress dan putus asa."
S : " Wahai malaikat, sampaikan kepada Tuhan saya mau mengajukan pensiun dini untuk menggoda manusia!"

M : "Kenapa kamu minta pensiun? Padahal kamu yang meminta untuk selalu menggoda manusia sampai hari kiamat?
S : "Wahai malaikat, amit-amit sekarang kelakuan manusia sudah melebihi setan. Saya kuatir justru saya yang tergoda oleh manusia. Makanya saya minta pensiun dini untuk menggoda manusia."

M : "Contohnya?"
S : "Coba malaikat Bayangin:
- Manusia berzina, yang enak dia, yang disalahkan setan.
- Manusia korupsi yang menikmati dia, katanya digoda setan.
- Manusia selingkug dia keenakan, katanya dipengaruhi setan.
- Manusia ke diskotik dan karaoke disana bernyanyi nyanyi, senggol sana sini, katanya disuruh setan.
- Manusia yang berjudi, katanya ajakan setan.
- Manusia berbohong, karena pengaruh setan.

Manusia sekarang bener bener kebangetan sekali deh. Pokoknya saya pengen pensiun dini untuk menggoda manusia. Saya benar-benar tobat memikirkan manusia, manusia memfitnah saya terus."

Tata Cara Shalat Jenazah

28 Agustus 2016 - Beri Komentar (0 Komentar)

Rukun, syarat, panduan tatacara sholat jenazah atau sholat mayit dibawah ini adalah sudah kami ringkas, dan kami lengkapi dengan beberapa dalil hadits dari Nabi SAW, rukun Shalat Jenazah terdiri dari 8 rukun dan Hukum menjalankannya adalah "Fardhu Kifayah" artinya jika tidak ada yang menjalankan, semua akan berdosa. Shalat ini gak memakai ruku’, sujud, i’tidal dan tahiyyat, hanya dengan 4 takbir dan 2 salam, yang dilakukan dalam keadaan berdiri.

Berikut ini adalah rukun sholat jenazah :
1. Niat
Setiap shalat dan ibadah lainnya kalo gak ada niat dianggap gak sah, termasuk niat melakukan Shalat jenazah. Niat dalam hati dengan tekad dan menyengaja akan melakukan shalat tertentu saat ini untuk melakukan ibadah kepada Allah SWT.
"Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus." (QS. Al-Bayyinah : 5).
Hadits Rasulullah SAW dari Ibnu Umar ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Sesungguhnya setiap amal itu tergantung niatnya. Setiap orang mendapatkan sesuai niatnya." (HR. Muttafaq Alaihi).
2. Berdiri Bila Mampu
Shalat jenazah sah jika dilakukan dengan berdiri (seseorang mampu untuk berdiri dan gak ada uzurnya). Karena jika sambil duduk atau di atas kendaraan [hewan tunggangan], Shalat jenazah dianggap tidak sah.
3. Takbir 4 kali
Aturan ini didapat dari hadits Jabir yang menceritakan bagaimana bentuk shalat Nabi ketika menyolatkan jenazah.
Dari Jabi ra bahwa Rasulullah SAW menyolatkan jenazah Raja Najasyi (shalat ghaib) dan beliau takbir 4 kali.
(HR. Bukhari : 1245, Muslim 952 dan Ahmad 3:355)
Najasyi dikabarkan masuk Islam setelah sebelumnya seorang pemeluk nasrani yang taat. Namun begitu mendengar berita kerasulan Muhammad SAW, beliau akhirnya menyatakan diri masuk Islam.
4. Membaca Surat Al-Fatihah
5. Membaca Shalawat kepada Rasulullah SAW
6. Doa Untuk Jenazah
Dalilnya adalah sabda Rasulullah SAW :
"Bila kalian menyalati jenazah, maka murnikanlah doa untuknya."
(HR. Abu Daud : 3199 dan Ibnu Majah : 1947).
Diantara lafaznya yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW antara lain :
"Allahummaghfir lahu warhamhu, wa’aafihi wa’fu ‘anhu, wa akrim nuzulahu, wa wassi’ madkhalahu, waghsilhu bil-ma’i watstsalji wal-baradi."
7. Doa Setelah Takbir Keempat
Misalnya doa yang berbunyi :
"Allahumma Laa Tahrimna Ajrahu wa laa taftinnaa ba’dahu waghfirlana wa lahu.."
8. Salam

Berikut ini adalah Tata Cara, Urutan dan Do'a Sholat Jenazah :
1. Lafazh Niat Shalat Jenazah :
"Ushalli ‘alaa haadzal mayyiti fardlal kifaayatin makmuuman/imaaman lillaahi ta’aalaa.. "
Artinya:
"Aku niat shalat atas jenazah ini, fardhu kifayah sebagai makmum/imam lillaahi ta’aalaa.."
2. Setelah Takbir pertama membaca: Surat "Al Fatihah."
3. Setelah Takbir kedua membaca Shalawat kepada Nabi SAW : "Allahumma Shalli ‘Alaa Muhamad?"
4. Setelah Takbir ketiga membaca:
ﺍَﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺍﻏْﻔِﺮْ ﻟَﻪُ ﻭَﺍﺭْﺣَﻤْﻪُ ﻭَﻋَﺎﻓِﻪِ ﻭَﺍﻋْﻒُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻭَﺃَﻛْﺮِﻡْ ﻧُﺰُﻟَﻪُ، ﻭَﻭَﺳِّﻊْ ﻣَﺪْﺧَﻠَﻪُ، ﻭَﺍﻏْﺴِﻠْﻪُ ﺑِﺎﻟْﻤَﺎﺀِ ﻭَﺍﻟﺜَّﻠْﺞِ ﻭَﺍﻟْﺒَﺮَﺩِ، ﻭَﻧَﻘِّﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﻄَﺎﻳَﺎ ﻛَﻤَﺎ ﻧَﻘَّﻴْﺖَ ﺍﻟﺜَّﻮْﺏَ ﺍْﻷَﺑْﻴَﺾَ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺪَّﻧَﺲِ، ﻭَﺃَﺑْﺪِﻟْﻪُ ﺩَﺍﺭًﺍ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺩَﺍﺭِﻩِ، ﻭَﺃَﻫْﻼً ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺃَﻫْﻠِﻪِ، ﻭَﺯَﻭْﺟًﺎ ﺧَﻴْﺮًﺍ ﻣِﻦْ ﺯَﻭْﺟِﻪِ، ﻭَﺃَﺩْﺧِﻠْﻪُ ﺍﻟْﺠَﻨَّﺔَ، ﻭَﺃَﻋِﺬْﻩُ ﻣِﻦْ ﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟْﻘَﺒْﺮِ ﻭَﻋَﺬَﺍﺏِ ﺍﻟﻨَّﺎﺭِ
Ya Allah! Ampunilah dia (mayat) berilah rahmat kepadanya, selamatkanlah dia (dari beberapa hal yang tidak disukai), maafkanlah dia dan tempatkanlah di tempat yang mulia (Surga), luaskan kuburannya, mandikan dia dengan air salju dan air es. Bersihkan dia dari segala kesalahan, sebagaimana Engkau membersihkan baju yang putih dari kotoran, berilah rumah yang lebih baik dari rumahnya (di dunia), berilah keluarga (atau istri di Surga) yang lebih baik daripada keluarganya (di dunia), istri (atau suami) yang lebih baik daripada istrinya (atau suaminya), dan masukkan dia ke Surga, jagalah dia dari siksa kubur dan Neraka.”
atau bisa secara ringkas :
"Allahummagh firlahu warhamhu wa’aafihi wa’fu anhu.. "
Artinya:
"Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia"
5. Setelah takbir keempat membaca:
"Allahumma la tahrim naa ajrahu walaa taftinnaa ba’dahu waghfirlanaa walahu. ."
Artinya:
"Ya Allah janganlah kami tidak Engkau beri pahalanya, dan janganlah Engkau beri fitnah kepada kami sesudahnya, dan berilah ampunan kepada kami dan kepadanya"
6. "Salam" kekanan dan kekiri.
Catatan: Jika jenazah wanita, lafazh ‘hu ’ diganti ‘ ha’.

Cara Sederhana Agar Rutin Menabung

27 Agustus 2016 - Beri Komentar (0 Komentar)

Mengubah kebiasaan mengatur keuangan merupakan hal yang tidak mudah dilakukan. Terlebih lagi jika Anda terbiasa hidup konsumtif maka menabung adalah tantangan tersendiri bagi Anda. Hal yang bisa dimulai dari sekarang adalah berhenti untuk membeli barang yang sebenarnya tidak berguna bagi Anda dan mulai buat prioritas baru dalam mengatur keuangan.

Ketika Anda sudah bisa menahan hawa nafsu untuk berbelanja, maka tiga cara ini akan mempermudah Anda dalam menjaga untuk terus semangat menabung. Apa saja?

1. Selalu Ingat Menabung itu Penting
Semua berawal dari tahap ini. Ingatkan diri Anda tentang pentingnya menabung, alasan mengapa Anda menabung dan apa yang akan dapat dari menabung.
Jika Anda akan membeli sesuatu yang sebenarnya tidak penting atau tidak berguna untuk Anda selalu ingat kembali tujuan utama Anda menabung untuk apa. Jangan sampai Anda lengah kemudian kembali menjadi pribadi yang konsumtif saat belum mulai untuk menabung.

2. Bertanggung jawab
Jika Anda sudah menjadi pribadi yang terbiasa menabung dan sudah bisa mengontrol keinginan untuk berbelanja atau melakukan pemborosan, maka bertanggung jawab atas apa yang Anda lakukan akan menjadi mudah. Anda harus terbiasa untuk hidup lebih teratur seperti selalu membuat daftar sebelum berbelanja bulanan atau berkonsultasi dengan pakar keuangan agar Anda lebih bijaksana lagi dalam menghabiskan uang Anda.

3. Ketika Berhasil Menabung, Jangan Tingkatkan Pengeluaran Anda
Mungkin hal yang lumrah terjadi ketika Anda mendapat uang lebih banyak maka Anda juga akan menghabiskan lebih banyak uang dari biasanya ketika Anda tidak memiliki banyak uang. Permasalahannya, semakin mahal gaya hidup Anda maka akan semakin membahayakan kebiasaan menabung Anda. Mulai sekarang biasakan tetap dalam gaya hidup yang tidak membahayakan apapun baik diri maupun kebiasaan menabung Anda.

Jika Anda bisa menjalankan tiga tips di atas dengan baik, maka semakin mudah menerapkan prioritas untuk tetap menabung dalam kehidupan Anda sehari-hari.

Selamat menabung.

Halal Haram-nya Rokok

25 Agustus 2016 - Beri Komentar (0 Komentar)

Dialog inspiratif, diambil dari forum sebelah. G untuk Guru, dan S untuk Syeikh.

G : “Syeikh, menurut saya rokok itu tidak haram.”
S : “Kenapa?”

G : “Tak ada dalilnya. Saya ingin tahu, satu ayat saja yang menyebutkan ‘diharamkan atas kalian rokok’.”
S : “Apakah Anda makan jeruk, apel, maupun pisang?”

G : “Iya.”
S : “Apakah ada ayat yang menyebutkan bahwa jeruk, apel maupun pisang itu halal?”

G : “Tidak ada.”
S : “Bagaimana tidak ada, bagaimana Al Qur’an tidak menyebutkan mana yang halal dan mana yang haram, padahal Qur’an itu pedoman umat. Coba perhatikan firman Allah Ta’ala dalam surat al-A’raf : (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamman bagi mereka segala yang buruk. (QS al A’raf 157).”
“Maka segala yang baik semisal daging, jeruk, apel, susu dan lain lain itu termasuk yang baik-baik sehingga termasuk yang dihalalkan. Adapun yang buruk-buruk, maka Allah mengharamkannya.”

G : “Menurut kami, rokok itu termasuk thayyibaat (yang baik-baik), meskipun menurut Anda tidak baik.”
S : “Anda punya istri?”

G : “Ya…”
S : “Anda punya anak?”

G : “Ya …”
S : “Jika kaulihat anakmu mengunyah permen, apakah kamu ridha?”

G : “Ya, tidak masalah…”
S : “Kalau kaulihat anakmu sedang menghisap rokok, apakah kamu ridha?”

G : “Tidak…”
S : “Kenapa?”

G : “Karena itu tidak baik (yakni termasuk sesuatu yang buruk).”
S : “Jika itu sesuatu buruk, bukankah masuk yang haram? Bagaimana pula jika yang merokok itu istrimu?”

Fenomena Kenaikan Harga Rokok dan Imbasnya

24 Agustus 2016 - Beri Komentar (0 Komentar)

Ingin menulis, tapi belum sempat